Oleh : Muhammad Risfandi Putra Negara
Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jepara
Anak Muda, Aset Berharga
Anak muda adalah aset paling berharga dalam setiap masa. Mereka memiliki semangat, energi, dan idealisme yang kuat untuk membawa perubahan. Hal ini mengingatkan kita pada satu sosok anak muda yang akhirnya menjadi Ulama yang mewariskan nilai Islam Berkemajuan dan persyarikatan Muhammadiyah, ia adalah Muhammad Darwis. Muhammad Darwis berangkat ke Mekkah untuk menuntut ilmu agama pada umur 15 tahun dan kembali ke Indonesia dengan membawa semangat perubahan serta kemajuan pada umur 21 tahun. Umur yang sangat muda, untuk menjadi sosok yang memberikan karya dan menyebarkan semangat perubahan di Kampung Kauman Yogyakarta kala itu. Hingga akhirnya kecerdasan, keteguhan hati, kesabaran, dan pemikiran yang visioner itu berhasil mewujudkan Gerakan Islam Berkemajuan yang bernama Muhammadiyah.
Anak Muda dan Perubahan Jaman
Di tengah perkembangan jaman yang begitu pesat, anak muda masa kini dihadapkan pada berbagai tantangan yang besar yakni arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta pergeseran nilai moral dan sosial. Dalam kondisi semacam ini, Islam hadir bukan sebagai penghalang kemajuan, melainkan sebagai pedoman hidup yang relevan untuk menjaga generasi muda agar tetap berada pada jalan kebenaran. Nilai-nilai Islam mengajarkan keseimbangan antara spiritualitas dan kemajuan duniawi, yang sangat dibutuhkan oleh anak muda masa kini. Hal ini sesuai dengan firman Allah pada Q.S. Al-Qashash ayat 77 yang artinya “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.
Islam dan Peran Strategis Pemuda
Dalam sejarah Islam, pemuda berada pada posisi yang strategis dan peranan yang penting. Banyak tokoh muda yang menjadi pahlawan dalam dakwah dan perjuangan Islam. Ali bin Abi Thalib menjadi contoh keberanian dan kecerdasan di usia muda, sementara Usamah bin Zaid memimpin pasukan di usia belasan tahun. Bahkan para pemuda Ashabul Kahfi menunjukkan keteguhan iman di tengah tekanan zaman mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memandang pemuda sebagai agen perubahan yang memiliki potensi besar dalam membangun peradaban. Spirit kepemudaan dalam Islam setidaknya terdiri dari beberapa hal, yakni keberanian, tanggung jawab, dan keteguhan iman dalam menghadapi tantangan serta ujian kehidupan.
Anak Muda dalam Modernisasi
Era digital membawa kemudahan sekaligus tantangan bagi generasi muda. Akses informasi yang luas menjadi salah satu peluang dalam proses belajar dan meningkatkan daya analisis pada kalangan muda. Tetapi, tanpa pedoman Islam di dalamnya modernisasi justru bisa menjerumuskan pada krisis moral dan identitas. Budaya hedonism, gaya hidup konsumtif, serta pengaruh media sosial seringkali membuat anak muda kehilangan arah dan tujuan hidup. Banyak diantara mereka yang lebih mementingkan popularitas daripada prestasi, serta lebih mencari kesenangan sesaat daripada nilai-nilai kebaikan yang abadi. Tantangan ini menuntut anak muda untuk memiliki pegangan yang kokoh, dan Islam hadir memberikan landasan moral serta spiritual untuk menghadapi arus tersebut.
Nilai-nilai Islam bagi Anak Muda Masa Kini
Islam adalah agama yang menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia. Bagi anak muda, ajaran Islam memberikan panduan hidup yang seimbang – antara dunia dan akhirat, ilmu dan iman, serta pikiran dan perbuatan. Rasulullah ? menjadi teladan sempurna dalam integritas, tanggung jawab, dan akhlak mulia, Selain itu, spirit hijrah harus dimaknai secara luas, bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari keburukan menuju kebaikan, dari malas menuju produktif, dan dari lalai menuju kesadaran diri. Nilai-nilai Islam, harus senantiasa dihadirkan dalam diri anak muda, untuk mengarungi samudera kehidupan di tengah era yang serba digital.
Membangun Generasi Muda Muslim yang Unggul
Untuk menghadapi jaman yang terus berubah, anak muda muslim perlu memperkuat tiga hal utama yakni iman, ilmu, dan amal. Iman menjadi pondasi yang menuntun setiap langkah, ilmu menjadi cahaya untuk berpikir dan bertindak cerdas, dan amal menjadi bukti nyata dari iman dan ilmu. Generasi muda harus mampu memanfaatkan segala sumber daya yang ada untuk dakwah, pendidikan, dan inovasi yang bermanfaat bagi umat. Selain itu, lingkungan yang positif seperti keluarga, sekolah, dan komunitas harus menjadi tempat tumbuhnya karakter dan integritas. Kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat juga penting untuk melahirkan generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, dan berdaya saing global.
Islam memberikan panduan yang sangat lengkap bagi setiap orang dalam menghadapi segala hal yang terjadi dalam kehidupan, termasuk anak muda.
Dengan menjadikan Islam sebagai landasan hidup, generasi muda akan mampu menjaga moralitas di tengah modernitas, berprestasi tanpa kehilangan jati diri, dan berkontribusi positif bagi agama, bangsa, serta kemanusiaan. Kini saatnya anak muda muslim bangkit sebagai generasi yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas menjadi penerus peradaban Islam yang membawa cahaya bagi kebaikan dunia.















TPA Fastabiqul Khairat Gelar R
Senin, 2025-09-29
Sertijab Bendahara TPA Fastabi
Selasa, 2025-09-16