SEPUTAR SANTRI

Inovasi Sistem Informasi Manajemen dan Pelayanan sebagai Langkah Maju Pendidikan Qur’ani

TKA/TPA Fastabiqul Khairat Muhammadiyah Cabang Mimbar kembali menunjukkan semangat pembaruan dalam dunia pendidikan Al-Qur’an. Saat ini, lembaga tersebut tengah merencanakan pengembangan sebuah platform digital bernama "SIAP" (Sistem Informasi Manajemen dan Pelayanan Terpadu) sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan pendidikan yang lebih modern, tertata, dan profesional

Meski masih berada pada tahap perencanaan, gagasan pengadaan platform digital ini mulai mendapat perhatian dan apresiasi dari berbagai pihak. Pasalnya, langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keberanian TKA/TPA Fastabiqul Khairat Muhammadiyah Cab. Mimbar untuk bergerak lebih maju mengikuti perkembangan zaman

Rencananya, "SIAP" akan menjadi pusat pengelolaan administrasi dan pelayanan pendidikan TKA/TPA Fastabiqul Khairat secara digital dan terintegrasi. Sistem ini nantinya akan membantu pengelolaan data guru, data alumni santri, data santri, absensi, perkembangan pembelajaran/akademik santri, administrasi pembayaran, hingga penyampaian informasi kepada wali santri secara lebih efektif dan sistematis

Tidak hanya sekadar menghadirkan website informasi biasa, platform ini dirancang agar mampu menjadi sarana manajemen dan pelayanan yang benar-benar mendukung kualitas tata kelola lembaga pendidikan Al-Qur’an

“Sudah saatnya Taman Pendidikan Al-Qur'an hadir sebagai institusi yang inovatif, punya nilai tawar dan diperhitungkan dan bukan sekadar tempat mengaji. dan kami telah siap mengawalinya untuk selangkah lebih berkemajuan”. 

— Ismail Idrus, Kepala Unit TKA/TPA Fastabiqul Khairat Muhammadiyah Cab. Mimbar Periode 2014–2025 dan Dewan Pembina Harian

Ia juga menambahkan bahwa terobosan seperti ini sudah saatnya dicanangkan dan dihadirkan sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan pendidikan TKA/TPA

“Sebagaimana kita ketahui, TKA/TPA adalah pendidikan nonformal yang saling mengikat satu sama lain antara guru, santri, dan orang tua santri. Sehingga dibutuhkan pendataan yang efektif dan pelayanan yang memuaskan serta memudahkan,” tambahnya.

Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an perlu terus bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan Islam dan dakwah. Kehadiran sistem digital seperti "SIAP" diharapkan mampu membangun budaya pengelolaan lembaga yang lebih rapi, profesional, dan berorientasi pada pelayanan

“Eksistensi dan kemajuan sebuah institusi ketika terus melakukan terobosan dan inovasi.”

— Awaluddin, Kepala Unit TKA/TPA Fastabiqul Khairat Muhammadiyah Cab. Mimbar

Pernyataan tersebut menggambarkan semangat besar yang sedang dibangun oleh TKA/TPA Fastabiqul Khairat Muhammadiyah Cabang Mimbar. Bahwa TPA tidak hanya dipandang sebagai tempat belajar membaca Al-Qur’an semata, tetapi juga sebagai lembaga pendidikan umat yang mampu tampil modern, adaptif, dan memiliki sistem pelayanan yang terus berkembang

Rencana pengembangan "SIAP" juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara pengelola TPA, pengajar, dan wali santri melalui akses informasi yang lebih mudah, cepat, dan transparan

Meski demikian, pihak pengelola menyadari bahwa rencana besar tersebut tidak akan mudah terwujud tanpa dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, partisipasi, perhatian, dan dukungan bersama sangat diharapkan demi terwujudnya platform digital "SIAP" sebagai langkah nyata menuju pelayanan pendidikan Qur’ani yang lebih maju dan berkemajuan

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian bersama, TKA/TPA Fastabiqul Khairat Muhammadiyah Cabang Mimbar berharap ikhtiar ini dapat menjadi awal lahirnya sistem pelayanan pendidikan Al-Qur’an yang lebih modern, profesional, dan menginspirasi